Aceh, Pilihan Tepat Untuk Berlibur
Petualangan di Aceh
Mina-san doumo, kukkun desu.
Indonesia punya banyak tempat wisata yang indah, unik, dan menarik. Mimin sendiri sudah punya ‘berbagai’ pengalaman berkunjung ke ‘berbagai’ wisata. Namun bagi Mimin, berwisata ke Aceh merupakan pengalaman berwisata yang tak kan pernah bisa terlupakan, terkhusus untuk keindahan Pulau Sabang yang hingga kini masih dapat Mimin ingat dengan jelas ngga juga sih, udah lupa dikit, dan kali ini Mimin akan menceritakan secara singkat pengalaman Mimin berlibur di Aceh.
Bagan 1 Gapura Banda Aceh
Tentu Aceh memiliki banyak tempat wisata, namun jika tidak mengunjungi Banda Aceh si Ibu Kota maka anda tidak diklasifikasikan sebagai pungunjung Aceh :p . Mimin orang Medan, jadi perjalanan dari Medan ke Banda Aceh memakan waktu sekitar 12 jam menggunakan mobil pribadi. Apa yang bisa kita lakukan selama perjalanan untuk mengusir kebosanan? Ngga tau gan, Saya tidur 12 jam di mobil :v .
Bagan 2 Lontong Sayur
Mimin dan keluarga berangkat pukul 21:00 , jadi setibanya di Banda Aceh sudah pagi maka kami sekeluarga berhenti di sebuah RM (lupa namanya) untuk sarapan dan memesan Lontong Sayur makanan khas Aceh. Loh kan di Medan juga ada Lontong Sayur kenapa milih sarapan itu? Ngga gitu gan, Beda loh Lontong Medan sama Aceh, suasananya yang beda :v .
Selepas sarapan, mobil bergerak menuju Masjid. Aceh bisa dikatakan sebagai kota Islam karna mayoritas serta hukum yang dianut adalah syariat Islam, maka tak lengkap jika tidak mengunjungi Masjid Raya Baiturrahman. Masjid ini memiliki luas 1.500 meter persegi, dan dapat menampung 30.000 jema’ah. Dibanguna pada 1612 pada masa kesultanan Iskandar Muda
Bagan 3 Lukisan Masjid Baiturrahman awal
Bagan 4 Masjid Baiturrahman sekarang
Namun rusak akibat peperangan yang terjadi antara Kesultanan Aceh melawan Kolonial Belanda pada 1873 yang kemduian di bangun kembali oleh Belanda sebagai permintaan maaf pada 1879-1881 di masa Kesultanan Terakhir Aceh Muhammad Daud Syah. Disana kami beristirahat dari perjalanan panjang lalu menunaikan shalat Dzuhur.
Di area sekitaran masjid banyak terdapat ruko-ruko yang menjual berbagai macam kuliner dan suvenir salah satunya adalah Mie Aceh. Tentu kami sekeluarga tak luput untuk mencicipi makanan khas Aceh ini. Jelas Mimin sudah pernah merasa Mie Aceh sebelumnya di Medan, so... mau tau apa yang bedain Mie Aceh makan di Aceh versus Mie Aceh makan di Medan? Ngga beda sih gan, mungkin suasananya aja yang beda gan :v .
Bagan 5 Mie Aceh saya makan di Aceh :v
Setelah icip-icip Mie Aceh di Aceh, kami melanjutkan perjalan menuju Museum Tsunami Aceh. Dirancang oleh arsitek Ridwan Kamil (Gubernur Jawa Barat), Museum ini di bangun pada 2007-2009 sebagai monumen simbolis untuk bencana gempa bumi dan tsunami Samudra Hindia 2004 juga dikatakan menjadi rumah perlindungan jika terjadi bencana serupa di masa yang akan datang karena museum ini di desain agar dapat menahan gelombang tsunami.
Bagan 6 Museum Tsunami (tuh ada orang ngeselin bat)
Gempa Bumi yang terjadi episenter nya terletak di lepas pantai pesisir barat pulau Sumatra dengan kekuatan 9,3 skala Mercalli selama 10 menit yang menghasilakan gelombang tsunami yang dahsyat dan menenggelamkan pemukiman pesisir di 12 negara antara lain Indonesia, Sri Lanka, India, Thailand, Maladewa, Malaysia, Myanmar, Madagaskar, Somalia, Kenya, Tanzania, dan Afrika Selatan serta memakan korban jiwa sekitar 255.000 jiwa.
Bagan 7 Lupa nama ruangannya, itu diatas tertulis "damai" dalam berbagai bahasa
Di salah satu ruangan terdalam gedung terdapat ruang khusus yang dindingnya tercantumkan nama-nama korban yang meninggal ataupun hilang pada masa itu, Mimin ingat di ruangan itu juga terdengar alunan pelan Bungong Jeumpa yang semakin membuat pengunjung merasakan kesedihan atas apa yang terjadi kepada korban tsunami.
Tur terakhir adalah film dokumenter yang ditayangkan kepada pengunjung berisi what happened, recovery, lalu aftermath pada peristiwa tsunami 2004 silam.
Bagan 8 Ga ada film documentary nya di yutub :(
Keluar dari Museum Tsunami di waktu sore hari, langsung berangkat menuju pelabuhan untuk menuju Sabang, fyi tiket udah di booking di sebelum hari dengan trivago :v
Sekian wisata kita di Aceh hari ini, mau tau kelanjutannya? Ngga bisa gan, Mimin udah lupa cerita selanjutnya waktu di Sabang, yang penting seru deh pokoknya. Agan-agan coba sendiri deh berlibur ke sono entar tunggu Corona udah mulai mereda. Bro fist!
Bagan 9 Vila yang langsung menghadap ke Laut di Sabang
Bagan 10 Pohon nya jadi miring karna tertiup angin terus menerus, Kilometer 0
Bagan 11 Sponsored by BNI
FYI ini tugas dari dosen, ini hasil kerja saya bu, Arigatou Gozaimasu












Komentar
Posting Komentar